A Travellerspoint blog

Jiuzhai Valley National Park, at Last

Jiuzhaigou is certainly a photographer's paradise.

sunny
View Beauty and the Freeze on automidori's travel map.

Jiuzhaigou, December 26th 2011

During my morning walk, I had tried to look for this park, because descriptions of my hostel, Jiuzhaigou Self Tour Youth Hostel, said that the location was close to the gate of the park. So I walked and walked but saw nothing like an entrance. I started to feel a bit weary and suspected it must be because of the thin air I'm not used to. I thought I'm not going to be foolish spending energy walking to the park but get exhausted by the time I'm inside the park. Taxi!

The taxi driver didn't turn on the meter. Yes, the park was close, if by taxi. I gave the driver a 5 yuan note and lingered a bit inside the taxi. He then handed me a 5 yuan bill. Not bad at all.

JP001resized.jpg
Here I am at the entrance of Jiuzhai Valley National Park.

JP002resized.jpg
This is the main building of the park. Anything from great photographs, articles, information (there's a small museum), winter clothes, gears, drinking water dispenser... anything, but English, you can get here.

At the ticketing booth I asked whether the bus ticket inside the park was like a pass that I can hop on and off as many times I'd like. The lady behind the ticketing booth didn't understand me. Suddenly I heard a lady's voice -- in English -- behind me,

"Can I help you?"

Afterward she became my interpreter and a new-found-friend. She's a Singaporean. She came with her brother and her mother. Wow! I admire her mother through and all. I felt like wanting to shout to everyone who had questioned my going to Jiuzhaigou in winter. "Look! See! She is a Singaporean, coming from a tropical country just like me, and she is obviously older than me. If you call me crazy, what will you call her?" And the idea of bringing a mom who is not too young anymore, to Jiuzhaigou in winter, must be an idea more courageous if not crazier, than mine.

JP03resized.jpg
I was yet far from the heart of the park, but my jaws already dropped.

JP04resized.jpg
Welcome to 九寨沟! The entrance fee during low season is 80 CNY.

JP05resized.jpg
If you take a bus to venture the park, you'll need another ticket for 80 CNY. This 80 CNY is for the whole day no matter how many times you hop on and off the bus.

JP06resized.jpg
One of the shots I took from my bus window.

Here's a video clip of some of the scenes from my bus.

JP07resized.jpg
This was our first stop.

I asked my new-found-Singaporean friend, "Do you mind if I just go with you?"

"Sure! But you must be patient with us. We cannot move too fast, because Mom is with us."

"That's okay," I replied. I was excited also because I saw that her brother was a keen photographer. It's nice to be in company of someone who has the same interest, isn't it?

At the entrance of the park, before I met them, a lady vendor had offered me a map of the park for 5 yuan. It was a good map. Clear information and direction were written on it. Plus, pinyin and English translation. Perfect. However, since I was walking with a "free-guide", I never looked up the map.

JP08resized.jpg
Here's my first shot of snow with an SLR. My first winter shot was in Japan, still with a super-manual film camera. It was more than 10 years ago. When I packed my winter clothes and sent them home, to a hot country right along the equator, I believed that there would be another winter for me. There was.

JP09resized.jpg
The lake has frozen and a blanket of snow covered the lake.

JP011resized.jpg
Even while I was in Japan, I never experienced a winter like this. I certainly couldn't have asked for a winter more than this. So cold and yet so beautiful.

JP014resized.jpg
This is the main road of the park.

JP015_resize.jpg
At several points, there are underground bridges or tunnels. Here's one that leads to Five-Flower Lake.

JP016resized.jpg
It was not snowing at all while I was in the park. But I strongly suspect it did, during the night before.

JP017resized.jpg
Jiuzhaigou is certainly a photographer's paradise.

JP018resized.jpg
From now on, let the pictures speak for themselves.

JP019_resize.jpg
JP021resized.jpg
JP022resized.jpg
JP023resized.jpg
JP024resized.jpg
JP025resized.jpg
JP029resized.jpg
We took a rest here. My friends ate their bread and snacks. I took my lunch box of fried rice I bought this morning. The rice was cold. Literally cold. Once I untied the wrapping, the strong Chinese smell pricked into my nose. I use to call this kind of smell bau encek. It's my own-invented-idiom in Indonesian language. It's difficult to translate. I like most of Sichuan's spicy cuisine, because they don't smell like this. This is a particular Chinese smell I don't like, to be honest. The Chinese food in my home country also smells like this. However, I have to finish it, if I want to continue absorbing the winter scenery of this park, which some call the land of fairies. Calorie and energy are vital in a climate like this. Oh ya, please note, there were no canteen, cafe, or such, inside the park. The good thing is that the water in my flask was still warm. It was worth being scolded by the shopkeeper this morning.

JP030resized.jpg
JP037resized.jpg
The unfrozen (yet) part...

To be continued, to the more frozen part. See you there!

Posted by automidori 21.01.2012 04:02 Archived in China Tagged park china jiuzhaigou jiuzhai_valley_national

Email this entryFacebookStumbleUponRedditDel.icio.usIloho

Table of contents

Comments

hai mbak...kenalkan saya erby,,
mbak dari indonesia ya??
saya boleh nanya2 tentang travel tips ke jiuzhaigou nda mbak??
kebetulan january tahun depan saya juga berencana mau ke sana via chengdu juga.
saya berencana kesana seorang diri,karena susah kali cari temen bareng yg mau kesana,,
mungkin mbak punya tips2 yg harus menjadi concern saya sebelum berangkat kesana,,,
saya tolong di bantu yah mbak..
email saya bana.bly@gmail.com
makasih sebelumnya...

11.09.2012 by blybana

Halo juga, Erby.

Hehehe, memang daripada tunggu2 ada teman yang cocok (minatnya, waktunya, dll.) lebih baik pergi aja sendiri. Keburu tua ntar... hahaha.

Kalo di Indonesia-nya di mana? Kalau nggak terbiasa dengan dataran tinggi, sangat disarankan untuk minum obat AMS (Altitude Mountain Sickness). Di posting sebelumnya ada saya singgung. Dulu saya beli di hostel tempat saya menginap. Obatnya ini: http://www.cdshy.cn/product/product.asp?id=354 Sarapannya harus makan berat dan berkabohidrat. Bawa botol minum dan bekal makan siang, karena di dalam nggak ada yang jualan. Jaga diri jangan sampai dehidrasi. Di tempat yang ekstrim dingin itu sama dengan ekstrim panas, cepat dehidrasi. Karena kamu perginya musim dingin, mungkin botol minumnya perlu yang bisa tahan panas. Paling tidak bisa hangat. Soalnya hari pertama saya pakai botol aqua biasa, lalu isinya sudah jadi seperti air es dingin bukan main. Nggak enak banget rasanya dingin2 gitu minum air es. Akhirnya jadi beli termos kecil. Mulai dari sekarang jaga stamina, banyak olahraga, biar napasnya kuat di sana. Kecuali soal termos, semua persiapan ini bukan karena dinginnya, tapi karena tingginya posisi dari atas permukaan laut yang mengakibatkan tipisnya oksigen, sehingga pernapasan tidak seenteng seperti kalau di bawah. Naik tangga beberapa langkah saja bisa terengah-engah. Itu sih concern utamanya.

Concern lain adalah faktor bahasa. Di seluruh Cina, kalau nggak bisa Mandarin, susah. Ya saya sih belum pernah ke Beijing dan Shanghai. Tapi 11 kota lainnya yang pernah saya kunjungi, bahasa Inggris nyaris nggak laku. Di Jiuzhaigou jelas nggak laku. Di dalam areanya itu nanti ada bis yang bisa turun naik dari satu spot ke spot berikut, tapinya semuaaa ngomongnya bahasa dewa itu. Kalo kamu udah bisa sih, ya bagus bangetlah. Santai.

Semoga bisa mencerahkan. Kalau masih ada yang mau ditanyakan, silahkan.

11.09.2012 by automidori

Makasih ya mbak udah reply pesan saya,hehehe
Saya lokasi sekarang di Bukittinggi,lumayan tinggi dari permukaan laut,1100 mdpl,hehehe tapi kayaknya tetep gag sebanding ama ketinggian disana.
Pas winter sebagian blog bilang,katanya susah cari hostel disana,bener ya mbak?
atau lazybones di chengdu bisa membantu carikan atau booking hotel disana ga mbak?
Kalo untuk bahasa,waduh saya bener2 awam ama mandarin... :(
Di sana mandarin yg dipake mandari apa mbak?? takutnya berbeda dengan yg pernah saya dengar selama ini,mungkin saya dari sekarang harus mempelajari percakapan2 umum yah,,,
Saya betul2 terinspirasi dari tulisan mbak,tadinya saya bingung mau kesana januari depan,pertanyaan nya apa saya sanggup survive disana? hehehee,tpi setelah saya baca tulisan mbak saya jadi timbul keberanian lagi..
dan ini akan menjadi saat pertama saya melihat salju,mungkin mbak ada masukan dan tips yg berguna buat saya yang masih newbie ini...
wah,saya ingin seperti mbak,udah kemana2,,hehe..
makasih ya mbak atas reply nya..
regard,

erby

11.09.2012 by blybana

Hehehe, iya sih Bukittinggi masih kurang tinggi dibandingkan dengan Jiuzhaigou. Di sana 2500 mdpl ke atas. Rata2 3000-an kalo di daerah national park-nya. Sebaiknya persiapkan diri/stamina deh. Coba Googling juga tentang AMS.

Masa sih susah cari penginapan? Nggak juga ah. Justru winter kan low season. Harusnya justru lebih gampang. Kalo resto jarang yang buka, iya. Aku sih dulu booking via Agoda. Apakah Lazybones bisa bantu carikan atau nggak, aku nggak tau. Coba aja di-email. Cuma berdasarkan pengalaman lalu, mereka itu ramah, stafnya pinter Inggris semua, tapi kurang helpful dalam hal yang nggak terkait dengan mereka.

Waktu aku sampai sana juga liat beberapa hostel dan ada satu hotel yang buka/beroperasi. Ada beberapa bis turis di depannya. Bahkan waktu sampai di terminal bis sudah ditawar2i penginapan.

Tentang bahasa, mereka pastinya punya dialek. Tapi mereka bisa "pudonghua" (Mandarin).

Kebetulan kan waktu itu saya ketemu temen baru orang Singapur yang akhirnya jadi tour leader gratis saya dimana saya tinggal nguntit aja.... hehehe. Kalau kamu bingung dengan bahasanya, saran saya, ikuti peta lokasinya aja. Ada yang jual di situ. Kalo yg ukuran kecil, dikasih waktu beli tiket. Nah, di peta itu ada poin-poin pemberhentian bisnya. Ikutin aja rute itu. Kalo ada yang turun, ikutan aja turun. Liat2, terus naik bis lagi aja dari situ. Waktu baru naik, guide di bis itu menjelaskan sepintas tentang masing2 tempat, sehingga penumpang bisa pilih mau singgah di mana2 saja. Tapi buat kita yg negaranya jelas berbeda landscape-nya (apalagi belum pernah liat salju sebelumnya), tempat apapun juga pastinya "wah". Ini tempatnya luas banget. Kalo mau kena keliling semuanya, sebaiknya sih sediakan 2 hari. Nanti tiket bisnya beli yang berlaku buat 2 hari.

11.09.2012 by automidori

Tips di tempat salju... hmmm, pada prinsipnya sih sama aja dengan semua tempat dingin di Indo. Yang paling bikin dingin itu sebetulnya bukan saljunya, tapi angin. Angin dingin itu masuknya dari telinga, jari tangan dan kaki. Jadi, pakai topi kupluk (kalau banyak angin), sarung tangan, dan sepatu yang rapat. Sebetulnya bagusnya sepatu khusus salju biar nggak licin waktu jalan. Tapi kalo cuma buat jalan di national park-nya, sepatu kets sini juga bisa, karena jalur-jalur pejalan kakinya mereka kelola dengan sangat baik, sehingga tidak licin walaupun bertaburan salju. Ada deh kayaknya fotonya di posting saya.

Tips lain, yang paling berpengaruh dalam memberi kehangatan itu bukan ketebalan dari baju dingin, tetapi jumlah lapisannya. Jadi kamu sebaiknya pakai kaos dalam, 2 lapis kalo perlu. Terus sweater, baru jaket. Waktu itu saya pakai sweater 2 rangkap. Di kaki juga serupa. Saya dulu pakai stocking, terus kaos kaki panjang selutut, baru celana panjang.

Kalo mau, bawa sleeping bag buat tidur. Soalnya kalo kelas hostel macem tempat saya waktu itu (dan katanya sih rata2 semua begitu), nggak ada AC yg buat penghangat ruangannya itu. Di tempat tidur saya sih ada electric blanket. Seandainya nggak ada, tidur di dalam sleeping bag aja. Tempat tidurnya itu dingiiiinnn

Bibir pasti pecah2. Di Indo kalo bibir pecah2, saya olesi baby oil, sembuh. Di sana ternyata nggak mempan. Terus saya beli lip glos di apotik dekat hostel di Chengdu dan terbukti cespleng.

Kadang bisa terjadi mimisan juga. Tapi waktu saya di Jepang, saya diberitahu bahwa hal seperti itu biasa dan tidak perlu dirisaukan. Orang Jepangnya sendiri juga begitu. Ya sudah saya diamkan. Ternyata setelah balik Indo, kontan sembuh sendiri dan untuk seterusnya nggak pernah ada yang aneh2. Jadi bener emang nggak apa2. Waktu di Jiuzhaigou kemarin sih nggak ngalamin mimisan. Cuma sekali dikit banget waktu udah di Wuhan. Aku kasih tau ini biar kamu tau kalo2 ntar mimisan, nggak usah pikir udah mau mati :D

11.09.2012 by automidori

wah..makasih ya mbak midori saran nyaaa,, i'll keept it mind,,hehehe
deg2an jugaaa secara aku sendirian dan first time mau nyentuh salju...hehehehe.
kalo pake jeans biasa juga kudu berlapis2 ya mbak??
trus disana siangnya gelap apa silau mbak??
nanti aku nekat sajalah pake bahasa tarzan dan bahasa tubuh,hihihi..habis bingung ama mandarin,buta sama sekali..
kalo ke lijiang mbak midori udah??
oh iya,nanti kalo seandainya aku bingung2 tentang JZG aku nanya2 lagi ya ama mbak,,
makasih banyak ya mbak sarannya...
:D

11.09.2012 by blybana

Soal jeans, intinya yang paling berpengaruh bikin hangat itu bukan ketebalan tapi jumlah lapisan. Daripada pakai jeans 1 lembar, akan lebih efektif 2 celana katun berlapis. Ya kalo nggak, bawa aja cadangan celana katun, stocking, apalah, buat kalau ternyata pakai jeans saja masih kedinginan. Kalau pakai jeans rangkap kan ntar kaku, nggak bisa jalan donk... hehehe.

Siangnya gelap apa silau? Emang ada gitu siang yang gelap? Hehehe. Kalau silau, emang kalau di tempat bersalju, bisa jadi silau, karena terpantul sinar matahari. Perlu siap kaca mata item. Tapi kalau bukan di tempat yang ada hamparan salju luas, sama aja dengan di Indo. Kalo yg nggak ngerti suka bingung, koq bisa sih bersalju sekligus panas terik. Bisa banget itu.

Iyalah, berdoa aja biar diberi kemudahan dan keberuntungan meskipun Mandarinnya tidak fasih.

Ke Lijiang belum pernahtuh.

Sip, silahkan kalau ada yang mau ditanyakan lagi. Aku selalu semangat empat lima kalo ngomongin traveling :P

12.09.2012 by automidori

mbak, kalau dari terminal bus jiuzhaigou ke hostel naik apa ya?ada taksi kah?mahalkah tarif taksi di sana?
tlg balas ke khoirunnisaaulia@gmail.com
terima kasih

salam
anis
^_^

15.08.2013 by lasagna111

Hai, Anis.

Terima kasih sudah mampir di blog saya. Saya jawab pertanyaannya di sini saja ya. Dari terminal bis itu bisa jalan kaki, bisa naik taksi. Tergantung hostelnya di mana. Kalau naik taksi, mungkin sekitar 10 yuan. Bisa lebih bisa kurang juga.

17.08.2013 by automidori

Comments on this blog entry are now closed to non-Travellerspoint members. You can still leave a comment if you are a member of Travellerspoint.

Enter your Travellerspoint login details below

( What's this? )

If you aren't a member of Travellerspoint yet, you can join for free.

Join Travellerspoint